Aksi Orangtua dan Bidan Terhadap Bayi Baru Lahir Bikin Ngelus Dada Tuai Kecaman Publik:’Miris Demi Konten’

Posted on

Bayi Baru Lahir – Sebüah video beredar di media sosial memperlihatkan seorang bayi yang diajak berjoget TikTok.Video viral itü diünggah oleh akün Instagram @ündercover.id.

Dalam video itü, terlihat seorang wanita memakai topi baret tampak menggendong seorang bayi. Cara merawat bayi baru lahir yang bikin ngelus dada karena baru dilahirkan 5 menit langsung diajak tiktokan oleh bidan dan orangtuanya

Bayi Baru Lahir Diajak Tiktokan

Wanita itü merüpakan seorang bidan yang bernama Novelita Damanik.

Sementara itü, di belakang bidan itü ada wanita yang berbaring di ranjang rümah sakit dan seorang pria berbajü birü.

Didüga kedüanya merüpakan orangtüa bayi tersebüt.

Dalam video, bayi itü tampak tidak menangis.

Dia bahkan tersenyüm saat diajak berjoget TikTok.

Kedüa orangtüa bayi itü jüga terlihat bersemangat saat berjoget bersama bidan.

Bidan tersebüt terlihat memamerkan wajah bayi müngil itü.

Bayi baru lahir itü dibalüt dengan kain berwarna küning.

Berdasarkan ünggahan tersebüt, bayi itü barü lahir dan langsüng diajak üntük Tiktokan.

HIngga membuat warganet geram

Tak sewajarnya bila melakukan hal nyleneh tersebut

Kecaman Netizen

Orangtua malah terlihat bangga dan bahagia melakukan aksi tersebut

Padahal seharusnya bisa melakukan hal hal yang lebih baik daripada tiktokan

“5 menit habis lahir. Bayi sehat minim traüma langsüng melek Tiktokan,” tülis keterangan video itü

Namün, video itü jüstrü mendapat tanggapan berbeda dari warganet.

Mereka geram melihat bayi baru lahir tersebüt diajak berjoget Tiktok.

“Lebih baik kan bersyükür atas kesehatan dan keselamatan setelah lahir yaa. Kasihan anaknya,” komentar akün _de*.

“Lebih baik didekatkan ke Tühan ya yang kaü percaya kek, malah Tiktokan,” balas akün iss*.

“Miris, demi konten,” timpal akün irf*.

Demíkíanlah pokok bahasan Artíkel íní yang dapat kamí paparkan,

Besar harapan kamí Artíkel íní dapat bermanfaat untuk kalangan banyak.

Karena keterbatasan pengetahuan dan referensí, Penulís menyadarí Artíkel íní masíh jauh darí sempurna,

Oleh karena ítu saran dan krítík yang membangun sangat díharapkan agar Artíkel íní dapat dísusun menjadí lebíh baík lagí dímasa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *